Menu

Mode Gelap
 

Klenik WIB ·

Menikah di Bulan Suro


					Menikah di Bulan Suro Perbesar

Menikah di Bulan Suro

Bagi para muslim Jawa, ada tradisi untuk tidak melaksanakan acara besar, biasanya pernikahan, di bulan Suro atau bulan Muharram.

Dalilnya memang tidak ada secara harfiah. Tradisi itu semata-mata akhlak untuk kaum muslim Jawa yang digariskan oleh para wali-ngulama. Yaitu akhlak berupa penghormatan kepada Kanjeng Nabi dan ahli baitnya.

Soalnya di bulan Suro ini, Kanjeng Nabi lagi bersedih; terusir dari kampungnya, meninggalkan sanak-kerabat, berjalan lebih-kurang 12 hari di tengah padang pasir tandus, kakinya pecah-pecah penuh darah, badannya kurus-kering, kumal, berkubang debu, dan itupun masih dikejar-kejar komplotan para pembunuh dari Makkah.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 10 Suro, cucu tercintanya, Baginda Husain, malah dibunuh dengan sangat sadis di padang Karbala!

Dalam upaya untuk merasakan derita Kanjeng Nabi dan ahli baitnya itulah, orang Jawa emoh untuk enak-enakan makan-minum dan berkelaminan di bulan Suro. Lalu, keemohan itu dialih-rupakan menjadi amal memperbanyak tirakat.

Masalahnya justru kalau kau menikah di bulan Suro dengan salah-satu tujuan untuk membuktikan bahwa menikah di bulan Suro itu tidak apa-apa.

Kau bilang: “tidak ada itu dasarnya! Itu mitos!!”. Nah, sampai di sini, itu berarti kau merendahkan sesuatu. Meskipun kau bisa bilang bahwa tidak terjadi apa-apa padamu, tapi merendahkan sesuatu itu tetap ada hitungannya.

Kau harus tahu, bahwa di Nusantara ini, tradisi dibangun di atas kaidah; adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (adat bersendikan syariat, syariat bersendikan kitabullah/al-quran). Tradisi muslim nusantara itu adalah dimensi batin syariat.

Kalau kau tidak setuju, tidak apa-apa. Tapi jangan kau rendahkan. Kau bisa bermasalah. Kata orang Jawa; kualat. Itupun bukan kualat karena bulan Suro, tapi karena kau merendahkan sesuatu.
Aku berlindung pada Allah dari pikiran yang zalim. Wallahu a’lam. (YA)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kelompok 11 Gelar Pengajian Akbar Sumurrejo Bersholawat

2 Agustus 2022 - 19:04 WIB

Nguri-uri Budaya Jawi, KKN MMK UIN Walisongo Menyaksikan Reog Semarangan

28 Juli 2022 - 05:06 WIB

Makam di Tengah Perumahan

17 Januari 2022 - 03:39 WIB

Maulid Nabi Menurut Mbah Sholeh Darat

8 November 2021 - 05:16 WIB

Ka’bah yang Asli

22 Oktober 2021 - 10:22 WIB

Mengkhusyu’i Tapak Hijrah Kanjeng Nabi

11 Agustus 2021 - 00:53 WIB

Trending di Klenik