Menu

Mode Gelap
 

Ngaji Naskah WIB ·

Memaknai Puasa Dari Kitab Lathoifut Thoharoh


					Memaknai Puasa Dari Kitab Lathoifut Thoharoh Perbesar

Asrorush Shoum (rahasia-rahasia puasa) tentang makna puasa yang sebenarnya.

Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Segala puji adalah milik Allah yang menciptakan dan memelihara semesta alam. Rahmat dan keagungan semoga selalu terlimpah atas Sayidina Muhammad ﷺ dan atas keluarga, sahabat serta pengikut beliau. Amiin..

Ketahuilah sesungguhnya puasa adalah rukun dari separo rukunnya Islam. Jangan mengira sesungguhnya puasa cukup dengan mencegah makan dan minum serta mencegah diri dari dosa yang dilakukan anggota badan dan angan-angan (pikiran). Tetapi, maksud Allah ta’ala memerintahkan berpuasa Ramadlan adalah bertujuan untuk mematikan dan memenjara 5 panca indera, Poncodriyo.

Oleh karena itu, tidak ada balasan bagi orang yang berpuasa, kecuali dibalas dengan liqoillah (bertemu dengan Allah ta’ala). Sebagaimana sabda Rasulullah   ﷺ: “Orang yang berpuasa, akan mendapatkan dua kebahagiaan.

Pertama ketika ia berbuka puasa dan kedua ketika ia menghadap kepada Tuhannya. Yakni ketika naza’ (ditariknya ruh) menjelang wafatnya, Ia akan selamat, tidak akan mengalami kepayahan maupun kehausan”.

Wallahu a’lam.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah Darmogandhul. Lalu apa lagi?

4 Januari 2022 - 20:20 WIB

Kelas Jangkah Akademi & Serat Ambatik

23 Agustus 2021 - 00:13 WIB

Mistifikasi Dalam Babad Diponegoro

7 Agustus 2021 - 02:09 WIB

Kitab Nurudzolam & mbah Pramoedya Ananta Toer

10 Juni 2021 - 07:57 WIB

Wudlu Menurut Kiai Sholeh Darat

7 Juni 2021 - 09:24 WIB

4 kelompok Manusia Menurut Kyai Sholeh Darat – Bagian 2

2 Juni 2021 - 22:37 WIB

Trending di Ngaji Naskah