Menu

Mode Gelap
 

Mayeng WIB ยท

Ekspedisi Tandon Air Purba


					Ekspedisi Tandon Air Purba Perbesar

Membaca Tandon Air Purba

Membayangkan akan tandon air purba dengan gagahnya menjulang membentuk bukit di lereng Bisma seakan membayangkan betapa makmurnya masa lalu, yang dapat menghidupi 4 Desa di sekitarnya.

Tandon atau wadah air atau (penampungan air) tentunya tak dapat dihiraukan tak dapat jauh dari kehidupan kita. Iya, air.

Tak bisa dibayangkan apabila air yang menjadi pokok dalam kehidupan hilang apabila ekosistem yang berlangsung tak terjaga dan terawat hal ini dapat menimbulkan matinya mata air, dibawah tandon air purba, ditambah bukit batu yang tak lagi dipenuhi pohon bambu. Dimana hutan bambu yang menutupi tandon air purba kini tinggal kenangan saja. Mirip mbaknya wqw.

Sebagaimana tanaman bambu yang memiliki banyak manfaat dan penting bagi kehidupan, seperti Akar tanaman bambu dapat berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya kebanjiran, (loh daerah dataran tinggi bisa banjir? Ah mbuh lah wkw).

Bagian akar inilah yang menyaring air terkena limbah melalui serabut-serabut akar, serta mampu menampung mata air sehingga bermanfaat sebagai persediaan air sumur.

Nah itu adalah bagian dari teknologi yang dilakukan oleh leluhur pada masa lalu memaksimalkan alam sekitar, memanfaatkan tanaman bambu sebagai salah satu penmpung air.

Terkait tandon itu sebenarnya dapat dibeberkan dari struktur tatanan sehingga menjadi tampungan air, berangkat dari tanah kemudian disusul oleh pasir dan ditumpuki bebatuan, jangan salah batu pun juga sebagai media untuk menyimpan air. Lanjut disusun oleh tanaman bambu. #edae

Selain yang telah disebutkan diatas bambu pun juga sebagai batas wilayah, makanya sering melihat tanaman bambu tumbuh di batas wilayah desa A ke desa B misalnya dan tentunya ini menyimpan makna. Hal ini penting di analisa oleh ahlinya, meskipun bagi jurusan “piknik Islam” menarik untuk diusut benang merahnya.

Perihal manajemen dari tandon pada jaman sekarang agak berbeda (iyalah mesti beda wkw) apalagi yang saia alami di kana kae, untuk urusan tandon dapat menimbulkan padon sampai maido kasanah, saya membayangkan dalam hal ini bagaimana leluhur di masa lalu dalam memenejemen tandon air ini dengan bijaksana, diatur sedemikian rupa agar adil jatah sehingga memenuhi kebutuhan hal apapun. Terutama yang berkaitan dengan air tentunya

Sesederhana itu dilakukan leluhur dalam menurunkan warisan ilmu agar cucunya membaca kembali warisan masa lalu untuk dipelajari serta diaplikasikan tentunya, berat memang, edan po wkw. #Mbokan

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ziarah Puncak Makam

23 Maret 2022 - 00:29 WIB

Menusuri Jejak Medang Kawitan ( Kamulan)

25 Juli 2020 - 18:58 WIB

Sowan Mbah Sholeh Darat Semarang

10 Juni 2020 - 18:07 WIB

Makam Ketinggring dan Sejarah yang Hilang

26 Mei 2020 - 23:27 WIB

Mengarifi Banyu Panguripan, Ajaran Toleransi Sunan Kudus

9 April 2020 - 08:08 WIB

Mari Berwisata Sejarah Gedung Agung Jogja

20 Januari 2020 - 02:22 WIB

Trending di Mayeng