Klenik

Senin, 7 September 2020 - 21:25 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Menikah di Bulan Suro

Menikah di Bulan Suro

Bagi para muslim Jawa, ada tradisi untuk tidak melaksanakan acara besar, biasanya pernikahan, di bulan Suro atau bulan Muharram.

Dalilnya memang tidak ada secara harfiah. Tradisi itu semata-mata akhlak untuk kaum muslim Jawa yang digariskan oleh para wali-ngulama. Yaitu akhlak berupa penghormatan kepada Kanjeng Nabi dan ahli baitnya.

Soalnya di bulan Suro ini, Kanjeng Nabi lagi bersedih; terusir dari kampungnya, meninggalkan sanak-kerabat, berjalan lebih-kurang 12 hari di tengah padang pasir tandus, kakinya pecah-pecah penuh darah, badannya kurus-kering, kumal, berkubang debu, dan itupun masih dikejar-kejar komplotan para pembunuh dari Makkah.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 10 Suro, cucu tercintanya, Baginda Husain, malah dibunuh dengan sangat sadis di padang Karbala!

Dalam upaya untuk merasakan derita Kanjeng Nabi dan ahli baitnya itulah, orang Jawa emoh untuk enak-enakan makan-minum dan berkelaminan di bulan Suro. Lalu, keemohan itu dialih-rupakan menjadi amal memperbanyak tirakat.

Masalahnya justru kalau kau menikah di bulan Suro dengan salah-satu tujuan untuk membuktikan bahwa menikah di bulan Suro itu tidak apa-apa.

Kau bilang: “tidak ada itu dasarnya! Itu mitos!!”. Nah, sampai di sini, itu berarti kau merendahkan sesuatu. Meskipun kau bisa bilang bahwa tidak terjadi apa-apa padamu, tapi merendahkan sesuatu itu tetap ada hitungannya.

Kau harus tahu, bahwa di Nusantara ini, tradisi dibangun di atas kaidah; adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (adat bersendikan syariat, syariat bersendikan kitabullah/al-quran). Tradisi muslim nusantara itu adalah dimensi batin syariat.

Kalau kau tidak setuju, tidak apa-apa. Tapi jangan kau rendahkan. Kau bisa bermasalah. Kata orang Jawa; kualat. Itupun bukan kualat karena bulan Suro, tapi karena kau merendahkan sesuatu.
Aku berlindung pada Allah dari pikiran yang zalim. Wallahu a’lam. (YA)

Artikel ini telah dibaca 73 kali

Baca Lainnya
  • 11 September 2020 - 18:52 WIB

    Kalbun Salim
  • 27 Agustus 2020 - 19:54 WIB

    Kusen
  • 27 Juli 2020 - 05:44 WIB

    Mbah Jejer