Klenik

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 19:35 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Anjing Iman dan Anjing Tokid

Anjing Iman dan Anjing Tokid

Ada dua pahatan anjing di bagian bawah tiang mimbar Masjid Pathok Negoro Kotagedhe Yogyakarta ini atau masjid mataram Islam. Masjid ini dibangun oleh Ki Ageng Pamanahan dan Panembahan Senopati Danang Sutawijaya.

Anjing, dalam tata simbolisme islam di Jawa, selalu berpadan dengan kerohanian. Bahkan dalam alam pikiran kebudayaan pra Islam, misalnya dalam kisah Sangkuriang, anjing digambarkan sebagai pengejawantahan dewata. Ia mengambil nama; Tumang.

Dua anjing kembar di mimbar ini disebut anjing Iman dan anjing tokid. Maksudnya Iman dan Tauhid. Anjing iman dipakai sebagai wicara tentang laku hubungan kemasyarakatan seorang muslim. Sedangkan anjing tokid/tauhid, dipakai sebagai wicara tentang laku hubungan ketuhanan.

Keduanya tidak bisa dipisah. Kabarnya dulu setiap masjid pathok negoro selalu dimimbari dengan pahatan anjing di bagian bawah tiangnya. Hari ini mungkin sudah diganti. Tapi tentu saja dapat dikatakan bahwa di tanah ini anjing sudah lama “masuk” masjid.

Dalam Suluk Malang Sumirang, Sunan Panggung diceritakan sebagai seorang wali jawa yang memelihara anjing iman dan tokid. Saat ia dibakar, anjingnya ikut masuk ke dalam unggunan api. Lalu mereka keluar ketika apinya akan memadam.

Mbah Mutamakkin dari Pati juga diceritakan sebagai seorang wali yang memiliki anjing iman dan tokid. Jauh sebelumnya, Syekh Siti Jenar juga tercatat sebagai wali dengan simbolisasi anjing. Terutama dalam kisah tentang mayatnya yang dalam salah satu riwayat disebut berubah menjadi anjing.

Sebenarnya ada banyak suluk maupun wirid yang menceritakan kerohanian anjing. Sebagaimana juga diceritakan oleh Syekh Nawawi Banten dalam Kitab Kasyifatus Saja.
Lahan simbolisasi anjing dan kerohanian, di Jawa, selalu melekat pada para wali yang dirinya sudah terbakar cinta pada Tuhannya.

Sehingga ia tak ubahnya anjing bagi Tuannya; setia, ridho, taat, tidak pernah menentang, apalagi mengeluhkan keadaan. Coba lihat anjing Bitzer dalam serial Shaun The Sheep itu. Yang selalu disengsarakan Tuannya.

Sekalipun sering ditimpa daun pintu, atau disakiti, ia tetap setia dan cinta pada tuannya. Terbukti setiap kali dipanggil, ia selalu bergegas hadir. Pada bagian itu, sang tuan sering terkejut sendiri.
Apakah engkau sudah menganjing? Aku belum.

Yaser Muhammad Arafat adalah pengajar Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin di UIN Sunan Kalijaga, ia juga merupakan seorang pelajar Islam Jawa.

 

Artikel ini telah dibaca 81 kali

Baca Lainnya
  • 11 September 2020 - 18:52 WIB

    Kalbun Salim
  • 27 Agustus 2020 - 19:54 WIB

    Kusen
  • 27 Juli 2020 - 05:44 WIB

    Mbah Jejer