Ngaji Naskah

Senin, 4 Mei 2020 - 03:27 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Raden Fatah Dituduh Memberontak Majapahit

…Masalah pesantren (oleh Raden Fatah) ditaruh di “kanan” dan masalah kadipaten di sebelah “kiri”kan, akhirnya banyak tugas-tugas dari Majapahit yang tidak dapat segera dituntaskan.

Sampai akhirnya timbulah rasa curiga dari Majapahit bila Raden Fatah ingin membangkang (mbalelo). Raden Fatah digosipkan akan memberontak.
Maka sang Prabu di Majapahit cepat-cepat memerintahkan agar Raden Fatah segera ditangkap.

Waktu itu yang menjadi senopati untuk menyerbu Demak adalah Raden Husein, yang merupakan adik Raden Fatah sendiri, tunggal ibu beda bapak. Karena itulah akhirnya terjadi peperangan antara Bintoro dan Majapahit. Para sunan dan para wali bersama bergandengan tangan untuk membela Raden Fatah. Sampai Sunan Ngudung dan Sunan Kudus gugur syahid dalam medan pertempuran.

Menurut sebagian riwayat: ketika beberapa adipati-adipati yang di dalam hatinya sudah ada niat untuk makar, ketika terjadinya peperangan antara Majapahit dan Bintoro merekq saling mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk merebut Majapahit.

Bintoro cukup bijaksana dan waspada. Bintoro yang sejak semula hanya menolak untuk patuh serta tidak punya niatan untuk merebut Majapahit, ketika mendengar beberapa saudaranya di kadipaten-kadipaten (berniat merebut Majapahit), lalu Raden Fatah memiliki angan-angan: “Daripada Majapahit direbut oleh kadipaten lain, lebih baik saya rebut sendiri”.

Lebih-lebih ketika Bintoro mengetahui jika prajurit Majapahit sepertinya dikerahka semua (untuk menyerbu) ke Bintoro, dan hal itu membuat penjagaan di pusat Majapahit sendiri lemah.

Maka dari itu meskipun prajurit Majapahit yang mencoba merangsek/menyerang Bintoro sudah berhasil dikalahkan, pasukan Bintoro lalu dikerahkan ke Majapahit sebelum direbut oleh adipati lain.

Ketika raja Majapahit telah berhasil meloloskan dirinya dari keraton sebelum bala tentara Bintoro datang di Majapahit, pusaka-pusaka kerajaan Majapahit telah dipindah terlebih dahulu ke Demak.

Apabila para pembaca pernah ke masjid Demak disana akan menjumpai Soko/tiang yang ukir-ukiran, itulah Pendopo Majapahit yang ikut dipindahkan saat itu. Karena usulan para wali-wali Raden Fatah terpilih untuk menduduki jabatan sebagai Sultan di Bintoro.

Para wali turut mengemban tugas juga dalam pemerintahan, supaya mengatur dengan rajin dan runtut. Keamanan dijaga, kemakmuran dioptimalkan, pembangunan besar-besaran, masjid-masjid didirikan dengan gotong royong serta dikawal oleh para wali-wali dan ulama. Prajurit disistemasisasikan supaya kuat, angkatan darat dan angkatan tidak ketinggalan.

Barisan penerang (muballigh) syariat Islam menjalani tugasnya dengan perasaan tentram tidak ada halangan. Para ulama dan para wali pemerintahan (umaro) berjalan beriringan. Semua menuju pada kemaslahatan umat dan masyarakat. Sebab itulah, hanya dengan waktu sebentar kerajaan Demak menjadi kerajaan yang disegani oleh banyak kalangan.

Sampai (saat itu) Indonesia masyhur menjadi negara Islam. Maka dari itulah tidak aneh jika umat Islam di Indonesia hampir semuanya melakukan kesunahan.

Kesultanan Demak berdiri mulai tahun 1487 M sampai tahun 1518 M (40 tahun). Tapi Raden Fatah hanya sebentar menduduki jabatan sebagai Sultan Bintoro.

(bersambung kisah Portugis datang ke Indonesia)

Artikel ini telah dibaca 211 kali

Baca Lainnya