Ngaji Naskah

Rabu, 29 April 2020 - 18:28 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Tarikh Al-Auliya’: Membaca Nasab Maulana Ibrahim – Aya Tedja

Maulana Ibrahim Asmara
Maulana Ibrahim Asmara itu memiliki 2 saudara bernama: 1. Maulana Ishaq, 2. Sunan Asfadi (istrinya Abd. Majid Raja di Negeri Rum).

Maulana Ibrahim Asmara itu putra dari Maulana Jumadil Kubro bin Sayyid Zainul Husein bin Sayyid Zainul Kubro bin Sayyid Zainul Alimin bin Sayyid Zainul Abidin bin Sayyid Husein bin Siti Fatimah binti Rasul SAW bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Gholib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Huzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhor bin Nizar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim alaihimassalam.

Seterusnya sampai bertemu Nabi Nuh as seterusnya sampai bertemu Nabi Idris as seterusnya sampai bertemu Nabi Anwas bin Nabi Syis bin Nabi Adam alaihimussalam.

Raden Rahmat/Sunan Ampel bin Maulana Ibrahim Asmara

Raden Rahmat bin Maulana Ibrahim Asmara menikah (kromo) dengan Dewi Candrawati binti Arya Tuban. Mereka dikaruniai lima putra: 1. Siti Syari’ah, 2. Siti Mutmainnah, 3. Siti Hafshoh, 4. Raden Ibrahim, 5. Raden Qosim.

Raden Rahmat juga menikah dengan Dewi Karimah putri Ki Bang Kuning, berputra: 1. Dewi Murtasiah, 2. Dewi Murtasimah. (Ki Bang Kuning memiliki nama asli Ki Wiryo Saroyo/Ki Wirajaya. Makamnya berada di makam Kembang Kuning Surabaya).

Maulana Ishaq bin Jumadil Kubro

Maulana Ishaq memiliki 3 putra: 1. Sayyid Abdul Qodir (yang lebih terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati Cirebon), 2. Dewi Sarah, 3. Raden Paku (yang lebih terkenal dengan nama Sunan Giri Gresik). Jadi Sunan Gunung Jati dengan Raden Rahmat/Sunan Ampel Surabaya itu masih saudara sepupu.

Haji Usman (Sunan Manyuran) Mandalika

Haji Usman (bin Raja Pandito/Sayyid Ali Murtadlo bin Maulana Ibrahim Asmara) menikah dengan Dewi Sari binti Tumenggung Wilwatikta, mereka dikaruniai 2 putra: 1. Dewi Sujinah, 2. Amir Haji.

Nyai Gede Tondo dan Khalifah Husen/Usen/Sunan Kertoyoso(Mertoyoso/Martajasa) Madura

Nyai Gede Tondo binti Raja Pandito/Sayyid Ali Murtadlo dinikahkan dengan Khalifah Husen (orang dari Yaman, muridnya kanjeng Sunan Ampel), mereka memiliki putra bernama Khalifah Sughro.

(ada satu riwayat yang mengatakan Khalifah Husen lah yang memandikan jenazah Sunan Ampel. Dan nama Mertoyoso/Martajasa di Bangkalan dinisbatkan kepada beliau.

Makam Khalifah Husen dan istrinya berada di Martajasa Bangkalan, tidak jauh dari makam KH. Kholil, kurang lebih 200 meter ke arah selatan. Mohon untuk bertanya ke penduduk sekitar jika hendak ziarah kesana, karena akses jalan yang terbatas)

Siti Mutmainnah dan Sayyid Muhsin (Sunan Wilis) Cirebon

Siti Mutmainnah binti Sunan Ampel dinikahkan dengan Sayyid Muhsin (orang dari Yaman, muridnya kanjeng Sunan Ampel). mereka memiliki putra bernama Amir Hamzah.

Siti Hafshah dan Sayyid Ahmad (Sunan Malaka)

Siti Hafshah binti Sunan Ampel dinikahkan dengan Sayyid Ahmad (orang dari Yaman, muridnya kanjeng Sunan Ampel). mereka tidak memiliki keturunan.

Raden Qosim (Sunan Drajat)
Raden Qosim bin Sunan Ampel menikah dengan Dewi Shofiah putrinya Sunan Cirebon, mereka memiliki 3 putra bernama: 1. Pangeran Trenggono, 2. Pangeran Sandi, 3. Dewi Wuryan.

Maulana Ibrahim (Sunan Bonang Tuban)
Maulana Ibrahim bin Sunan Ampel menikah dengan Dewi Hiroh binti Raden Jakendar, mereka memiliki putri bernama Dewi Ruhil.

Raden Paku (Sunan Giri Gresik)
Raden Paku (bin Maulana Ishaq dari ibu Dewi Sekardadu putri raja Blambangan) menikah dengan Nyai Mas Murtasiah binti Sunan Ampel, mereka memiliki 4 putra bernama: 1. Raden Prabu, 2. Raden Misani, 3. Raden Guwo, 4. Dewi Ratnawati.

Raden Fattah
Raden Fattah (bin Kertawijaya/Brawijaya V) menikah dengan Nyai Mas Murtasimah binti Sunan Ampel, mereka dikaruniai 4 putra bernama: 1. Pangeran Purbo, 2. Pangerann Trenggono, 3. Raden Bagus Sedo, 4. Raden Kanduruan, 5. Dewi Ratih.

Raden Abdul Qodir (Sunan Gunung Jati) Cirebon
Raden Abdul Qodir bin Maulana Ishaq lahir di Arab, satu bapak beda ibu dengan Raden Paku/Sunan Giri. Raden Abdul Qodir menikah dengan Dewi Hisah putri dari Raden Jakendar (jadi Raden Abdul Qodir saudara ipar dengan Sunan Bonang), mereka dikaruniai 2 putra bernama: 1. Raden Abdul Jalil (Siti Jenar), 2. Dewi Sufiah.

Raden Jakendar (Sunan Malaka) Madura
Raden Jakendar (mertuanya Sunan Gunung Jati dan Sunan Bonang) menikah dengan Dewi Nawangsari putrinya Tarub, dikaruniai 2 putra: 1. Dewi Hisah (istri Sunan Gunung Jati), 2. Dewi Hirah (istri Sunan Bonang).

Raden Syahid (Sunan Kalijaga)
Raden Syahid bin Raden Sahur Tumenggung Wilwatikta menikah dengan Dewi Sarah binti Maulana Ishaq, mereka memiliki 3 putra: 1. Raden Said, 2. Dewi Ruqayyah, 3. Dewi Shofiyyah.

Raden Said (Sunan Muria)
Raden Said bin Raden Syahid menikah dengan Dewi Sujinah putri Sayyid Usman Haji, memiliki putra bernama Pangeran Santri.
–> Pangeran Santri (Sunan Ngadilangu)
Pangeran Santri (bin Raden Said) tinggal di Ngadilangu bergelar Pangeran Behi.
–> Raden Amir Haji (Sunan Kudus)
Raden Amir Haji bin Usman Haji menikah dengan Dewi Ruhil binti kanjeng Sunan Bonang, berputra namanya Raden Amir Hasan.

– Siti Jenar Jepara
Raden Abdul Jalil putra dari Sunan Gunung Jati (Abdul Qodir bin Maulana Ishaq bin Syeh Jumadil Kubro), beliau tidak menikah.

-Raden Sahur Tumenggung Wilwatikta Bupati Tuban
Raden Sahur Tumenggung Wilwatikta menikah dengan Dewi Nawang Arum binti Tarub dikaruniai 2 putra bernama: 1. Dewi Sari, 2. Raden Syahid.

–> Arya Banjaran
Raden Mundiwangi (kakek buyutnya Raden Fattah yang ke-3) itu memiliki saudara laki-laki bernama Arya Banjaran patihnya raja Mundiwangi raja Pajajaran. Arya Banjaran berputra Arya Mentahun berputra Arya Randu Kuning, Arya Randu Kuning memiliki 3 putra: 1. Arya Galuh, 2. Arya Tanduran, 3. Arya Bangah. Arya Galuh memiliki 2 putra: 1. Arya Penanggungan, 2. Ronggolawe. Ronggolawe berputra Arya Lawe berputra Sira Lawe berputra Sira Wenang berputra Sira Lina.

Arya Penanggungan bin Arya Galuh
Arya Penanggungan memiliki 3 putra: 1. Arya Baribin (mertuanya Raja Pandito berarti besannya Maulana Ibrahim), 2. Arya Teja (mertuanya Raden Rahmat Sunan Ampel), 3. Ki Ageng Tarub (mertuanya Raden Sahur, eyangnya Sunan Kalijaga).

Arya Teja bin Arya Penanggungan
Arya Teja memiliki 2 putri: 1. Dewi Candrawati (istri Sunan Ampel), 2. Raden Sahur (ayah Raden Syahur).
Ki Ageng Tarub bin Arya Penanggungan
Ki Ageng Tarub memiliki 3 putra: 1. Dewi Nawangsih, 2. Dewi Nawangsari (istri Raden Jakendar), 3. Dewi Nawang Arum (istri Raden Sahur, yaitu ibu Sunan Kalijaga).
Catatan:
1. Mungkin nama-nama yang telah disebutkan di atas sangat berbeda dengan penjelasan yang sudah kita ketahui selama ini.
2. Strategi pernikahan antar keluarga dekat menjadi sebuah pilihan untuk menguatkan strategi dakwan Islamiyyah.
3. Sayyid Haji Usman bin Sayyid Ali Murtadlo bergelar Sunan Manyuran Mandalika, ada riwayat yang menceritakan beliau di utus oleh ayahnya untuk berdakwah di Lombok, nama Mandalika merujuk pada salah satu daerah di sana. Beliau meninggal di sebuah pulau yang akhirnya dinamakam juga pulau Mandalika di Jepara.
4. Setelah mengetahui nasab silsilah di atas kita ketahui telah terjadi hubungan lewat pernikahan antara keturunan Syeh Jumadil Kubro dengan Raja Mundinwangi penguasa Pajajaran yang jarang sekali kita ketahui informasinya, karena info kesejarahan terkait kerajaan Pajajaran seperti “hilang ditelan bumi”.

Apalagi pernah muncul satu episode sejarah yang disebut dengan perang Paregreg antara Majapahit dengan kerajaan Sunda, sampai saat ini seperti membuat keberjarakan sejarah.

5. Jangan-jangan sebelum kerajaan Majapahit mau menerima agama Islam, kerajaan Pajajaran sudah memeluknya?
Wallahua’lam bisshowab. (bersambung)

Artikel ini telah dibaca 813 kali

Baca Lainnya