Ngaji Naskah

Kamis, 19 Maret 2020 - 02:10 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Membaca Naskah, Menelusuri Nasab Sunan Gunung Jati

Membaca Naskah, Menelusuri Nasab Sunan Gunung Jati

Ngaji asal-usul nama Azamat Khan pada nenek moyang Wali Songo:
Ada yang bilang asal-usul Azamat Khan pada nama-nama Wali Songo tidak ada dasarnya. Nah, padahal dalam naskah Pustaka Rajya rajya Nusantara buku 2 jilid 4 hal 142 koleksi Museum Sri Baduga Bandung menjelaskan asal-usul nama fam Azamat Khan itu pada nama Sayid Abdul Malik yang migrasi dari Hadlramaut ke Tanah India. Syekh Jumadil Kubro adalah cicit Sayid Abdul Malik ini.

Berikut keterangan dalam naskah itu baris 1-3:-n ikang Seh Sayid Abdul Malik pramanaran Asamat Kan. Khazanah naskah-naskah Islam Nusantara di Perpus Berlin, siapa kini yang masih baca? Dari Berlin ke PNRI melacak ayahanda Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah

Ada satu naskah Jawa di Perpus Berlin berjudul Serat Jatiswara (Schoemann II, 18), f. 173v, baris ke-8, tertulis “ing Palembang mulane kawi, kang angiket ing sastra, amatut lan tembung, milu adarbe nagara, kang sasmita Pangeran ing Gunung Jati, kang ingiket ing gita”

(Cerita ini bermula di Palembang, penyusunnya hanya menurut dan mengikuti kata-kata yang ada pada cerita aslinya, hingga cerita Jatiswara merebut kembali negerinya, cerita itu adalah refleksi dari kisah kehidupan Pangeran Gunung Jati yang merupakan subyek utama cerita teks ini).

Ada ratusan naskah Jatiswara dari Campa, Palembang, Sunda, Jawa, hingga Bali dan Lombok. Siapa tokoh Jatiswara itu. Naskah Bali menyebut Jatiswara sebagai pelopor Islamisasi di Nusantara, keturunan Rasulullah SAW.

Naskah Berlin dari tahun 1845 ini ternyata memberi jawaban: yang dimaksud Jatiswara itu adalah Pangeran Gunung Jati. Lalu, siapa yg dimaksud Pangeran Gunung Jati itu? Kita lacak lagi: dari Berlin ke Jakarta.

F
Dalam naskah BR 32/PNRI (diberi judul: Sejarah Jawa Barat), hal. 23-4: ada tulisan silsilah berikut:
“Punika silsilah Carbon: kang putra Bagenda Ali ingaran Husain apuputra Zainal Abidin, kang putra
pipitu Kiahi Syekh Maghrib, apuputra Yai Gede [i]ng Cempa, apuputra Haji Duta Samud, apuputra Yai Gede [i]ng Jatiswara, apuputra Su2nan Jati, apuputra Pangeran Sabakingking Banten”.

Naskah ini menyebut Yai Gede [i]ng Jatiswara yang menurunkan Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah (ayahanda Pangeran Sabakingking atau Mualana Hasanuddin banten).

Jadi, Pangeran Gunung Jati yang dimaksud dalam naskah Berlin itu adalah ayahanda Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah. Nama aslinya disebut dalam naskah Wangsakerta adalah Syarif Abdullah bin Nurul Alim bin Syekh Husain Jamaluddin (Syekh Jumadil Kubro)

(Dihimpun dari tulisan Yai Ahmad Baso)

Artikel ini telah dibaca 389 kali

Baca Lainnya