Ngaji Naskah

Sabtu, 23 November 2019 - 15:27 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Membaca Naskah Cirebon: Asal usul Nama Kalijaga

Pada nukilan naskah dibawah ini merupakan terjemahan mengenai asal usul nama Kalijaga untuk nama Raden Sa’id Tuban:

Ini naskah asal Cirebon abad 18, lalu diterjemahkan ke dalam baahasa Melayu oleh Adipati Suroadimenggolo Bin Yahya Demak di tahun 1810-an, kini etrsimpan di London (kode RAS Raffles Malay 30).

Pada hal 24 naskah ini, disebut asal usul sebutan Kalijaga pada nama Sunan Kalijaga adalah karena di dekat Kali Jaga itu di negeri Cirebon, Raden Sa’id membangun “rumah” (maksudnya: pondok, langgar, pesantren) beratap daun kelapa, bersama kedua istrinya ditemani dua santrinya, yang merupakan santri generasi pertama Sunan Kali.

Naskah ini mengoreksi pemahaman populer selama ini bahwa Sunan Kalijaga itu bertapa di pinggir kali sendirian bertahun tahun sampai katanya 40 tahun lalu kemudian menjadi waliyullah.

berikut bunyi teksnya:

Bahwa inilah ada seora[ng] nama Raden Said anak Tumenggung Tuban, yaitu raden Said berbuat rumah kecil dengan kedua istrinya ada di tepi sungai Kali Jaga. Tepi rumah itu mendamping ke pantai. Dan [ditemani] dua orang muridnya. dengan keras riyadlahnya, yakni mengurangkan makan dan tidur dan minum.

Lama dan kelamanya masyhur lah banyak karamahnya menjadi tanda awliyaullah, maka digelar Raden Said itu Suhunan Kalijaga.

dalam teks diatas masih dalam tahap terjemah belum pada tahap yang lebih mendalam, hanya saja sebagai pemantik bagi kita semua kedepan semoga menjadi ‘greget’ kita untuk mengaji, mengkaji dan menjaga aliran ke-ilmuan para Walisongo dengan washilah atau perantara naskahtersebut.

Mari berproses untuk mencari, menelusuri, menemukan, menghimpun, menyebarkan dan menyuburkan tetanaman ilmu para wali di hari  ini dan esok. mari ngiliake kaline jagan, kalijagan! manegesa!

bersambung..

(dihimpun dari berbagai sumber)

Artikel ini telah dibaca 135 kali

Baca Lainnya