Klenik Mayeng

Senin, 27 Mei 2019 - 07:13 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng Wonosobo

Masih ada di sini yang blom tau Gunung Prau,Gunung Prau merupakan puncak yang tertinggi di kawasan dataran tinggi Dieng. Lokasi Gunung Prau terletak di tapal batas antara tiga kabupaten yang meliputi wilayah Kabupeten Batang, Kendal dan Wonosobo.

Eksotisme gunung yang menyajikan golden sunrise mempesona ini sudah sangat populer di kalangan para pendaki gunung,bagi para pendaki pemula menjadi pendakian terfavorit karena pendakiannya membutuhkan jarak tempuh yang relatif singkat, yaitu sekitar 2-3 jam saja,gunung Prau sangat populer dikalangan traveler dan menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di kalangan pendaki gunung, terutama di wilayah Jawa .

Gunung Prau termasuk gunung berapi dengan pesona golden sunrise nya yang tersohor, bahkan banyak kalangan yang menyebutkan bahwa golden sunreise terbaik se-Asia Tenggara ada di puncak Gunung Prau.
Selain goleden sunsrie, Gunung Prau juga menyajikan pemandangan alam yang sangat mempesona berupa perkebunan warga yang menghijau, pemandangan dataran tinggi Dieng dan Telaga Warna di kejauhan.

Lalu padang bunga Daisy yang begitu berwarna, bukit Teletubies hingga pemandangan beberapa puncak gunung di Jawa, seperti Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu dan Slamet.
Kebanyakan pendaki menuliskan bahwa puncak Gunung Prau berada di ketinggian 2565 Mdpl, padahal faktanya lokasi tersebut merupakan camping ground sementara untuk puncaknya sendiri berada di ketinggian sekitar 2590 Mdpl.

Jadwal buka tutup rutin yang diterapkan di Gunung Prau yaitu pada 5 Januari sampai 5 April setiap tahunnya, untuk mengembalikan ekosistem di kawasan tersebut agar menghijau kembali.

Gunung Prau masuk dalam wilayah hutan lindung yang dikelola oleh Perhutani.
Pada saat musim kemarau, adakalanya suhu udara di Gunung Prau mencapai titik terendah sehingga memungkinkan bagi para pendaki menemukan butiran kristal es di tanah pada pagi hari atau yang sering di sebut oleh penduduk sekitar bun upas .

Di Gunung Prau para pendaki tidak akan menemukan bunga Edelweis yang lazim ditemukan di gunung lainnya, melainkan padang bunga Daisy yang berwarna-warni.

Pesona Gunung Prau di dataran tinggi Dieng menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki, bahkan bagi pemula sekalipun.

Dengan eksotisme alamnya yang mempesona ditambah jalur tracking yang relatif pendek menjadikan siapapun penasaran untuk mempakinya.

Untuk mencapai puncak Gunung Prau, para pendaki bisa memilih beberapa jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Adapun jalur pendakian yang paling populer ada tiga, yaitu:

Jalur Pranten, di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang
Jalur Pathak Banteng Kalilembu dan Dieng di Wonosobo
Jalur Kenjuran di Kendal
Dari beberapa jalur tersebut, jalur Pathak Banteng adalah jalur favorit yang dipilih oleh para pendaki, bahkan hampir 90 persen pendakian menggunakan jalur ini karena dianggap lebih dekat.

Untuk melewati jalur pendakian ini, pendaki akan disuguhi dengan jalanan yang berpasir sehingga sangat disarankan untuk menggunakan masker ketika melakukan pendakian di musim kemarau agar debu yang beterbangan tidak mengganggu pernafasan.

Untuk track pendakian menuju puncak Gunung Prau melalui jalur Pathak Banteng, para pendaki akan menghadapi tingkat kesulitan yang berbeda-beda pada setiap posnya.

Perlu diketahui bahwa basecamp di jalur Pathak Banteng ini berada di kawasan wisata Dieng Plateu. Basecamp pendakian terletak di sekitar 50 meter di timur jalan utama kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng.

Adapun jalur menuju ke basecamp hanya berjarak sekitar 300 meter dari gerbang utama Dieng Plateu, tepatnya di kanan jalan.

Kemudian dari basecamp, para pendaki bisa memulai pendakian dengan menapaki tangga dengan jumlah sekitar 120-an anak tangga. Barulah setelahnya jalur berpasir siap menemani perjalanan menuju puncak.

Para pendaki juga akan melewati perkebunan warga dengan pemandangan yang tak kalah indahnya memanjakan indera penglihatan selama perjalanan berlangsung.

Setelah jalur dengan kondisi jalan habis, para pendaki akan menemukan jalan selebar 2,5 meter berbatu yang sudah tertata rapi dan merupakan jalur kendaraan.

Untuk menghemat waktu dan tenaga, di jalur pendakian ini sudah tersedia fasilitas ojek bagi pendaki dengan ongkos perjalanan sekitar Rp 20 ribu saja.

Dari pos pertama sampai ke pos kedua, pendaki masih akan melewati area perkebunan warga dan bisa menambah bekal perjalanan karena ada beberapa warung di sekitar lokasi pendakian.

Dari pos kedua menuju pos ketiga, jalur pendakian mulai menampakkan tingkat kesulitan yang cukup berarti sehingga para pendaki harus tetap waspada dan ekstra hati-hati.

Terlebih setelah pos ketiga menuju puncak Gunung Prau, pasalnya pada jalur ini kondisi jalan mulai menyempit dengan jurang dikanan kiri jalan yang cukup curam.

Sebelum melakukan pendakian gunung sebaiknya mempersiapkan kondisi fisik yang fit agar tidak mengalami resiko tertentu selama perjalanan, seperti pingsan ataupun kelelahan.

Meskipun jalur tracking untuk pendakian ke puncak Gunung Prau dianggap relatif mudah dan sangat rekomended bagi pendaki pemula yang belum berpengalaman, namun tetap saja diperlukan stamina yang fit agar tidak mengalami kendala tertentu saat perjalanan.

Penting juga untuk mempersiapkan fisik dengan berolahraga secara rutin beberapa hari sebelum pendakian dilakukan untuk melatih fisik agar lebih siap menghadapi aktifitas pendakian yang menguras tenaga.

Persiapan bekal secukupnya, seperti makanan dan air mineral namun tidak perlu berlebihan agar tidak menambah berat barang bawaan selama proses pendakian berlangsung. Beban yang terlalu berat akan membuat perjalanan semakin berat dan menguras tenaga.
Gunakan sepatu atau sandal gunung yang nyaman dan bisa digunakan untuk berbagai kondisi jalalan yang dilalui saat mendaki.
Siapkan pakaian hangat atau jaket tebal, kaus kaki, kaus tangan dan penutup kepala untuk meminimalisir hawa dingin di atas pegunungan.
Siapkan alat camping atau bisa menyewanya jika akan bermalam di Gunung Prau.
Jangan lupa membawa alat penerangan portabel atau senter untuk menerangi jalan atau lokasi camping jika bermalam di puncak gunung.
Jangan lupa makan dulu setidaknya dua jam sebelum pendakian sebagai bekal energi menuju ke puncak gunung.
Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen berharga pada saat pendakian dan keindahan di puncak gunung Prau.
Waktu terbaik untuk mendaki Prau
Setidaknya ada dua alternatif waktu pendakian yang bisa dipilih oleh pendaki, yaitu pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB sehingga sampai ke puncak pada pukul 04.00 WIB dan bisa menikmati golden sunrise yang mempesona.

Puas menikmati sunrise, pendaki bisa turun pada pukul 08.00 WIB. Alternatif kedua untuk memulai pendakian yaitu pada pukul 14.00 WIB dan akan sampai ke puncak sekitar pukul 17.00 WIB.

Dengan pemilihan waktu ini, para pendaki akan menikmati sunset di sore hari dan mendirikan tenda di puncak Gunung Prau untuk menikmati keindahan golden sunrise pada pagi harinya, jadi lengkap kan!

Untuk mendapatkan pengalaman mendaki gunung yang sempurna, sangat disarankan melakukan pendakian di musim kemarau atau sekitar bulan Juni-Oktober.

Pada musim kemarau golden sunrise bisa lebih dipastikan kemunculannya, sedangkan di musim hujan kondisi langit akan cenderung berawan sehingga potensi untuk menikmati golden sunrise lebih kecil.

Artikel ini telah dibaca 312 kali

Baca Lainnya
  • 27 Juli 2020 - 05:44 WIB

    Mbah Jejer