Talks

Kamis, 23 Mei 2019 - 11:44 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Gunakkan VPN Gratis Demi Dapat Akses Medsos? Begini Resikonya

Saat ini, penggunaan media sosial sedang dibatasi oleh Kominfo. Hal tersebut dilakukan untuk pembatasan menggunakan media sosial dilakukan untuk mengantisipasi pengiriman konten video atau foto yang disalahgunakan pihak-pihak tertentu untuk memicu provokasi dalam mengacaukan kententraman Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tentram dan damai ini.

Nah, untuk mengakses situs-situs yang diblokir oleh pemerintah, jalan pintas yang paling sering digunakan oleh sebagian orang adalah menggunakan layanan VPN.

Tetapi, masih banyak yang menggunakan layanan VPN Gratis, yang tak mungkin sedikit resiko tapi tentu banyak memiliki bahaya dan dampak negatif. Apa saja? penasaran kan.

Berikut ini yang telah dirangkum KLENIK.id dari berbagai sumber.

1. Penjualan Data

Ada bahaya menanti kalian saat memakai VPN gretongers atau gratisan, yaitu resiko penjualan data secara ilegal. wah cukup seram bukan? beda lagi untuk kalian pengguna VPN berbayar rasanya tidak perlu khawatir soal masalah penjualan data ini sebab para penyedia VPN berbayar umumnya memiliki aturan yang ketat dan tentunya terjamin, berbeda dibanding dengan para pengguna VPN gratisan, itu tidak berlaku.

2. Kebocoran Data dan Alamat IP

Bahaya lainnya yang juga dapat muncul akibat memakai VPN adalah bocornya data dan IP kalian ke publik.  sebagaimana mestinya VPN bekerja seperti terowongan di mana koneksi kalian melewati suatu jalur sirr, jalan ‘rahasia’ untuk sampai ke tujuan yaitu internet.

Tapi, pada beberapa penyedia layanan VPN gratis, jalur rahasia ini yang digunakan mempunyai banyak ‘lubang’ tentunya bukan lubang dalam hati yak gaess, yang bikin uwuw~.  Sehingga ada kemungkinan data dan alamat IP kalian bisa saja bocor ke publik melalui ‘lubang’ itu tadi.

3. Melacak Kegiatan Kamu

Melacak kegiatan kamu, kamu, iya kamu. VPN yang gratis bisa mencatat dan melacak semua konten, alamat IP, sampai situs-situs yang kamu kunjungi, dan aktifitas lainnya. Selain masalah keamanan privasi itu, biasanya VPN gratis mempunyai kecepatan jelajah yang lambat, koneksi yang tidak stabil, batas penggunaan data, dan enkripsi yang tak terjamin.
Adware Iya, Adware. Adware adalah kerabat dekat spyware. Adware adalah perangkat lunak yang diinstal pada komputer Anda untuk menampilkan iklan kepada Anda. Adware dapat memperlambat PC Anda dengan menggunakan RAM dan siklus CPU.
Adware juga dapat memperlambat koneksi internet Anda dengan menggunakan bandwidth untuk mengambil iklan. Selain itu, adware dapat meningkatkan ketidakstabilan sistem Anda karena banyak aplikasi adware tidak diprogram dengan baik.

Kebanyakan penyedia layanan VPN gratis mengandalkan pendapatan dari iklan-iklan yng dipasang pihak ketiga pada website mereka. Nah, tentu saja iklan-iklan yang dipasang tersebut dapat menganggu kenyamanan pengguna dan tidak menutupkemungkinan iklan itu telah disusupi malware atau aplikasi lain yang akan secara otomatis terinstall ke komputer ataupun ke piranti kalian.
Nah, cukup sekian bahas kali ini. Hal-hal tersebut diatas beberapa dari resiko ketika menggunakan VPN yang gratisan, tentu dapat menjadi pertimbangan yang dapat diambil dan semua itu di kembalikan ke masing-masing pengguna yang memilih, sebab resikonya adalah ditanggung masing pribadi yang memakainya.

Artikel ini telah dibaca 210 kali

Baca Lainnya
  • 26 Agustus 2020 - 20:45 WIB

    Kyai Kategan